<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jf4r's Blog</title>
	<atom:link href="http://jf4r.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jf4r.wordpress.com</link>
	<description>Smileeee</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2009 11:52:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jf4r.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jf4r's Blog</title>
		<link>http://jf4r.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jf4r.wordpress.com/osd.xml" title="Jf4r&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jf4r.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kasih Ibu</title>
		<link>http://jf4r.wordpress.com/2009/08/08/kasih-ibu/</link>
		<comments>http://jf4r.wordpress.com/2009/08/08/kasih-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 11:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jf4r</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jf4r.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda mengasihi Ibu Anda? Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayangnya Ibu Anda? Bacalah artikel ini! Kasih seorang Ibu. Jalannya sudah ter-titih2, karena usianya sudah lebih dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=112&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda mengasihi Ibu Anda? Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayangnya<br />
Ibu Anda? Bacalah artikel ini!<br />
Kasih seorang Ibu. Jalannya sudah ter-titih2, karena usianya sudah lebih dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tsb.<br />
Ayah dari anak tsb minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.<br />
Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yg belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yg hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir<br />
dari rumah orang tuanya. Selain aib yg harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan<br />
putrinya, tidak ada seorang pun yg mendampinginya. Ia tidak mendapatkan<br />
kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yg ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.</p>
<p>Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yg didapatkannya lari<br />
Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan<br />
memberikan seluruh kasih sayang yg ia miliki hanya untuk putrinya seorang,<br />
oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love &#8211; Kasih. Siang ia harus<br />
bekerja berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yg ia bisa dapatkan.</p>
<p>Terkadang ia harus menjahit s/d jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yg tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yg<br />
tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya,<br />
disamping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.</p>
<p>Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yg seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yg tercinta, hanya yg terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian s/d makanan.</p>
<p>Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yg telah dikumpulkannya belum mencukupinya.<br />
Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.</p>
<p>Sejak saat tsb ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yg terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yg tercinta.</p>
<p>Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yg bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.<br />
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang,bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yg tercinta. Sejak saat itu ber-th2 ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi<br />
putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah<br />
melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.<br />
Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya.Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dgn anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dgn menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan<br />
diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh<br />
menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tsb. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan,bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.</p>
<p>Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh<br />
putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yg kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.</p>
<p>Setelah bekerja ber-th2 sebagai babu tanpa ada orang yg mengetahui siapa dirinya dirumah tsb, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yg setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan th ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dgn putri kesayangannya. Uang pension yg ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dgn pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.<br />
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi,tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia<br />
merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yg ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang<br />
simpanan yg ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.</p>
<p>Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dgn lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nene tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dgn putrinya sekali lagi yg terakhir kali. Dgn tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus ber-jam2 diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya.Satu perjalanan yg jauh dan tidak mudah bagi seorang nene tua yg berada dlm keadaan sakit.</p>
<p>Setiba dirumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yg membukakan pintu rumah gedong dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yg diucapkan<br />
putrinya?<br />
Apakah rasa bahagia bertemu kembali dgn ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor:<br />
&#8220;Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan th sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang rumah!&#8221;</p>
<p>&#8220;Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yg<br />
terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran<br />
dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!&#8221; kata wanita tua itu. &#8220;Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!&#8221; ucapan<br />
putrinya dgn nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dgn keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.</p>
<p>Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon dirumah putrinya &#8220;Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di depan ada seorang nene meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!&#8221;<br />
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yg tercinta yg tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.<br />
Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yg buta aksara,tetapi untuk mang Ucup pribadi beliau adalah wanita yg paling hebat, dimana s/d detik ini mang Ucup masih bisa belajar dari padanya. Belajar<br />
memberikan dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya mang Ucup menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh. Tiap kali saya menelpon Ibu, pertanyaan standard selalu diajukan kepada saya: &#8220;Apa yg Ibu bisa bantu untukmu nak?&#8221; Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dlm doanya,yg ia utamakan selalu hanyalah kami anak2nya! Ia selalu mendoakan kami siang dan malam.</p>
<p>Maka dari itulah untuk mang Ucup, Ibu saya adalah wanita yg tercantik sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia untuk thn1999.<br />
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dgn penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.</p>
<p>Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak2nya,<br />
tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.<br />
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari2 tertentu.<br />
Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja &#8221; sedangkan di hari2 lainnya tidak pernah<br />
mengingatnya, boro2 memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih<br />
besar daripada bunga maupun hadiah.</p>
<p>Renungkanlah:<br />
Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu?<br />
Kapan kita terakhir mengundang Ibu?<br />
Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2?<br />
Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis<br />
dgn ucapan terima kasih kepada Ibu kita?<br />
Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?<br />
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup,<br />
percuma kita memberikan bunga maupun tangisan<br />
apabila Ibu telah berangkat,<br />
karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.</p>
<p>When Mother prayed, she found sweet rest,<br />
When Mother prayed, her soul was blest;<br />
Her heart and mind on Christ were stayed,<br />
And God was there when Mother prayed!</p>
<p>Our thanks, O God, for mothers<br />
Who show, by word and deed,<br />
Commitment to Thy will and plan<br />
And Thy commandments heed.</p>
<p>A thousand men may build a city,<br />
but it takes a mother to make a home.</p>
<p>Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan2 lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup,,berikanlah bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jf4r.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jf4r.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=112&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jf4r.wordpress.com/2009/08/08/kasih-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/162aaeb194e072d3ce87e493a44aa96d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jf4r</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diamond Words From Pal</title>
		<link>http://jf4r.wordpress.com/2009/07/16/uof6u/</link>
		<comments>http://jf4r.wordpress.com/2009/07/16/uof6u/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 12:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jf4r</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jf4r.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati&#8230; Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya&#8230; Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=64&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jf4r.wordpress.com/2009/07/16/uof6u/bcc-1/" rel="attachment wp-att-105"><img src="http://jf4r.files.wordpress.com/2009/07/bcc-1.jpg?w=780" alt="bcc (1)" title="bcc (1)"   class="alignnone size-full wp-image-105" /></a></p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa tidak ada yang instant atau serba<br />
cepat di dunia ini, semua butuh proses<br />
dan pertumbuhan, kecuali saya ingin<br />
sakit hati&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa saya harus memilih apakah<br />
menguasai sikap dan emosi atau sikap dan<br />
emosi itu yang menguasai diri saya&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi<br />
itu bukan berarti saya harus benci dan<br />
berlaku bengis&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan<br />
adalah saat perpisahan dengan orang yang<br />
saya cintai&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa orang-orang yang saya kasihi<br />
justru sering diambil segera dari<br />
kehidupan saya&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa saya harus belajar dari kesalahan<br />
yang pernah saya lakukan dan hidup untuk<br />
masa depan, bukan terus menerus melihat<br />
ke masa lampau&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa cinta itu memberi dan mengerti<br />
tanpa harus diberi dan dimengerti&#8230;</p>
<p>Saya belajar,<br />
bahwa apa yang kita inginkan tidak<br />
selalu sesuai dengan apa yang kita<br />
butuhkan, dan kita harus berlapang dada<br />
untuk menerimannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jf4r.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jf4r.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=64&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jf4r.wordpress.com/2009/07/16/uof6u/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/162aaeb194e072d3ce87e493a44aa96d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jf4r</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jf4r.files.wordpress.com/2009/07/bcc-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bcc (1)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://jf4r.wordpress.com/2009/07/01/cinta-kasih/</link>
		<comments>http://jf4r.wordpress.com/2009/07/01/cinta-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 06:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jf4r</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jf4r.wordpress.com/2009/07/01/cinta-kasih/</guid>
		<description><![CDATA[Awal dari persahabatan adalah sahabat dimana Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaianCarilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu! Kerana dialah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=12&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jf4r.wordpress.com/2009/07/01/cinta-kasih/textspace_4562300_770a9d95-2/" rel="attachment wp-att-40"><img src="http://jf4r.files.wordpress.com/2009/07/textspace_4562300_770a9d953.gif?w=780" alt="textspace_4562300_770a9d95" title="textspace_4562300_770a9d95"   class="alignnone size-full wp-image-40" /></a></p>
<p>Awal dari persahabatan adalah sahabat dimana Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.<br />
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.<br />
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.<br />
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaianCarilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!<br />
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.<br />
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..<br />
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jf4r.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jf4r.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=12&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jf4r.wordpress.com/2009/07/01/cinta-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/162aaeb194e072d3ce87e493a44aa96d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jf4r</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jf4r.files.wordpress.com/2009/07/textspace_4562300_770a9d953.gif" medium="image">
			<media:title type="html">textspace_4562300_770a9d95</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://jf4r.wordpress.com/2009/04/17/pahamilah/</link>
		<comments>http://jf4r.wordpress.com/2009/04/17/pahamilah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 05:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jf4r</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jf4r.wordpress.com/2009/04/17/hallllooooo/</guid>
		<description><![CDATA[&#62; 1. Ketulusan &#62; Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai &#62; oleh &#62; semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena &#62; yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. &#62; Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, &#62; pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya &#8220;Ya &#62; diatas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=11&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jf4r.wordpress.com/2009/04/17/pahamilah/ooooo/" rel="attachment wp-att-58"><img src="http://jf4r.files.wordpress.com/2009/04/ooooo.gif?w=780" alt="ooooo" title="ooooo"   class="alignnone size-full wp-image-58" /></a>&gt;<br />
1. Ketulusan<br />
&gt; Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai<br />
&gt; oleh<br />
&gt; semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena<br />
&gt; yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.<br />
&gt; Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,<br />
&gt; pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya &#8220;Ya<br />
&gt; diatas Ya dan Tidak diatas Tidak&#8221;. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan<br />
&gt; yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan<br />
&gt; begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.<br />
&gt;<br />
&gt; 2. Rendah Hati<br />
&gt; Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru<br />
&gt; mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap<br />
&gt; rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang<br />
&gt; yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia<br />
&gt; bisa<br />
&gt; membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya<br />
&gt; tidak merasa minder.<br />
&gt;<br />
&gt; 3. Kesetiaan<br />
&gt; Kesetiaan sudah menjadi barang langka &amp; sangat tinggi harganya. Orang yg<br />
&gt; setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji,<br />
&gt; punya<br />
&gt; komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.<br />
&gt;<br />
&gt; 4. Bersikap Positif<br />
&gt; Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari<br />
&gt; kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih<br />
&gt; suka<br />
&gt; membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara<br />
&gt; mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada<br />
&gt; frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.<br />
&gt;<br />
&gt; 5. Keceriaan<br />
&gt; Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak<br />
&gt; harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria<br />
&gt; adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu<br />
&gt; berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,<br />
&gt; juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong<br />
&gt; semangat orang lain.<br />
&gt;<br />
&gt; 6. Bertanggung Jawab<br />
&gt; Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan<br />
&gt; sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika<br />
&gt; mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk<br />
&gt; disalahkan.<br />
&gt; Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan<br />
&gt; siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab<br />
&gt; atas<br />
&gt; apapun yang dialami dan dirasakannya.<br />
&gt;<br />
&gt; 7. Kepercayaan Diri<br />
&gt; Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana<br />
&gt; adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya<br />
&gt; diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia<br />
&gt; tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.<br />
&gt;<br />
&gt; 8. Kebesaran Jiwa<br />
&gt; Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain.<br />
&gt; Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci<br />
&gt; dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak<br />
&gt; membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.<br />
&gt;<br />
&gt; 9. Easy Going<br />
&gt; Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka<br />
&gt; membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan<br />
&gt; masalah-masalah<br />
&gt; besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan<br />
&gt; masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang<br />
&gt; berada di luar kontrolnya.<br />
&gt;<br />
&gt; 10. Empaty<br />
&gt; Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja<br />
&gt; pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang<br />
&gt; lain.<br />
&gt; Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua<br />
&gt; belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia<br />
&gt; selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jf4r.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jf4r.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jf4r.wordpress.com&amp;blog=7319618&amp;post=11&amp;subd=jf4r&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jf4r.wordpress.com/2009/04/17/pahamilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/162aaeb194e072d3ce87e493a44aa96d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jf4r</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jf4r.files.wordpress.com/2009/04/ooooo.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ooooo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
